Di Balik Senja

(2 votes, average: 4,00 out of 5)

Rp76.500

Welcome to Reseller/Dropship (Diskon 7,5 – 10%). Pendaftaran reseller/dropship klik link berikut.

SKU: 0258.
Dilihat : 2.913 Kali
Kategori: , , . Label , , .

Deskripsi Produk

Novel Di Balik Senja ini adalah novel kedua dari tetralogi Gunung Sojol. Lima anak muda yang senang bertualang di alam bebas: Ahmad, Leo, Dino, Anto, Icank, bertarung nasib di Gunung Sojol, untuk mencapai misi nomor satu dan misi nomor dua.

Di sana, mereka menemui hutan yang hampir punah. Pun, monyet-monyet andalan Sulawesi, yang setiap saat bermigrasi dari tempat satu ke tempat yang lain, akibat ulah manusia yang merusak hutan.

Hari itu, masih di bulan Oktober 2010, matahari tak juga nampak di pelopak mata. Begitu jauh dari jangkauan indera penglihat bagi lima tubuh anak muda, yang sudah kekurangan lemak itu. Mereka menantikan sang matahari yang saban hari dapat menyengat tubuh yang lengking; Matahari sang pengering bagi objek yang basah; Matahari yang selalu dikelilingi bumi dalam rotasinya; Matahari yang selalu menyemburkan cahayanya menerjang aspal hingga mendidih. Namun, penantian itu, nampak dipermainkan oleh gumpalan-gumpalan awan tebal, dan kabut.
Namun suatu waktu, mereka menjumpai pelangi menari-nari di balik senja itu. Selama berhari-hari, pelangi tertidur pulas—tak nampak sama sekali. Ketika rindu kelima anak muda itu memuncak akan hadirnya, kini ia hadir begitu anggun di depan mata. Meskipun sama-sama ciptaan Tuhan, namun nampaknya senja itu mencerca seluruh gumpalan kabut yang dahulu selalu menghalanginya.

Saat detik-detik mencapai tanah tertinggi itu, Dino merasa tak sanggup. Ia berjalan terengah-engah. Jalur-jalur yang dilalui begitu terjal—berjalan merangkak seperti cicak. Ia terjatuh. Terpongah. Dan, melototkan mata. Namun, ia tak menyerah begitu saja. Dengan tubuhnya yang agak besar—mentalnya berkobar-kobar ibarat bendera di tiang tertinggi tertiup angin. Ia paksa tubuhnya untuk terus merangkak naik.

Begitu pun dengan keempat kawan-kawannya. Keempatnya, sudah tampak kelelahan. Di tanah tertinggi itu, pohon-pohon nampak begitu kecil-kecil. Oksigen semakin berkurang. Suhu begitu dingin. Nafas terasa sesak. Ingin berlama-lama di suhu yang dingin, adalah tindakan konyol.

Novel ini menceritakan tentang kegigihan seorang, untuk mencapai sesuatu. Meski duet badai: badai hujan dan badai angin selalu menerpa setiap harinya; meskipun secara fisik sudah tak mampu untuk meneruskan perjalanan; meskipun lutut Ahmad yang keseleo; meskipun di tengah perjalanan menemukan sesuatu yang aneh; meskipun dingin, kabut, binatang buas, selalu mengancam; namun mental mereka selalu hadir dalam setiap jejak langkah di tanah Sojol itu.
Dapatkah mereka mencapai misi nomor satu dan misi nomor dua tersebut?
Selamat membaca.

Informasi Tambahan

Penulis

Moh. Rifai M. Hadi

Ukuran Buku

13 x 19 cm

Tebal Buku

xiv + 271 halaman

Kertas Isi

Bookpaper, BW

Cover

Softcover, Doft, Full Colour

ISBN

978-602-1277-37-9