Mengapa Anak Menyukai Game?

admin Senin, 14 November 2016 Artikel
Dilihat : 528 Kali

gadget-anakSaya biasanya mulai gerah dan bawel kalau melihat anak-anak mulai kelamaan bermain game. Bukan hanya akan merusak mata karena terlalu lama menatap layar, tapi juga badan menjadi kurang fit karena gerakan fisik berkurang. Terlalu lama bermain game juga akan cenderung menyebabkan menurunnya kreativitas anak serta mengurangi kesempatannya dalam berinteraksi dengan anggota keluarga dan juga teman-temannya.

Kenapa anak-anak cenderung lebih senang bermain game? Bagaimana cara mengatasinya?Simak penjelasan selanjutnya di bawah ini.

Perkembangan teknologi gadget dewasa ini sangat cepat, smartphone, tablet, ipad dan komputer baik pc dan laptop memungkinkan kita untuk mendownload dengan mudah berbagai aplikasi, salah satunya adalah game. Dengan modal sinyal wifi atau paket data yang terjangkau berbagai game dapat diunggah, bahkan anak-anak sudah dapat melakukan unggah atau dengan dibantu orang tua.

Tanpa disadari peran orang tua lah yang membuat kebanyakan anak dan remaja mengalami kecanduan main game lewat gadget yang mereka miliki. Orang tua kadang menghadiahkan gadet terbaru dan terbaik untuk putra-putrinya tanpa menyadari efek atau akibatnya. Kadang orang tua lengah atau bahkan senang bila anak tidak rewel sebab dengan meninggalkan mereka untuk bermain game, orang tua dapat beraktifitas dengan bebas atau beristirahat.

Main game dengan frekuensi yang tidak terlalu sering mungkin baik sebagai pengisi waktu atau saat santai. Namun orang tua patut waspada bila anak-anak mulai terlalu sering main game hingga melupakan tugas utamanya untuk belajar, bersosialisasi, beribadah atau membantu orang tua.

Mengapa seseorang atau anak-anak dapat kecanduan bermain game ? Bila Anda perhatikan banyak permainan game di gadget tersebut menjadikan anak sebagai tokoh utama yang memainkan game. Anak bisa menjadi raja, pemimpin, pembasmi kejahatan, pahlawan yang dihargai dan dihormati. Selain itu bila menang, anak akan mendapatkan reward atau penghargaan baik berupa poin maupun hadiah pulsa atau dapat mendownload game lain secara gratis. Namun sayangnya reward dan penghargaan tersebut hanya didapat dari dunia maya bukan kenyataan.

Orang tua patut waspada dan lebih meluangkan waktu lebih banyak untuk memantau apakah dalam kehidupan nyata anak mendapatkan cukup perhatian dan penghargaan dari Anda sebagai orang dan teman-temannya. Seorang anak yang mendapatkan perlakukan yang tidak adil disekolah, kurang perhatian dari orang tua, kurang penghargaan dari teman-temannya, gagal dalam nilai pelajaran akan melarikan diri dari kenyataan dengan bermain game, sebab dari permainan game tersebut dia mendapatkan reward dan kekuasaan. Sebagai orang tua kita juga harus dapat menerima anak-anak apa adanya, bila mereka tidak menyukai pelajaran tertentu carilah cara yang menyenangkan untuk mengajarinya agar tidak mendapatkan nilai yang buruk di sekolah bahkan membenci pelajaran bahkan guru di sekolah.

Dalam permainan game tersebut, si anak dapat menjadi seseorang yang hebat dan menjadi pahlawan, maka di dunia nyata jadikan anak menjadi sosok yang bermanfaat pula. Hargailah sekecil apapun pekerjaan atau prestasinya. Bahkan ketika dia bersedia membantu menyapu rumah meski tak bersih sempurna tetaplah puji hasil kerjanya dan berikan semangat agar dapat menyapu lebih bersih lagi nantinya. Ketika anak mendapatkan nilai buruk pada pelajaran sekolahnya, tanyakan dengan bahasa yang lembut dan santun dimana letak kesulitannya dan ajari dia dengan baik agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Selalu miliki waktu untuk ngobrol dengannya sehingga lambat laun si anak akan mengurangi kegiatannya main game.

Buatlah aktifitas bermain dengan anak dengan cara-cara yang menyenangkan dan kreatif. Cari tahu kesukaan anak dan ajak dia bersama Anda selaku orang tua untuk melakukan aktifitas tersebut bersama-sama sehingga si anak akan merasa nyaman bermain dengan Anda daripada bermain game.

Berikan pula buku bacaan kepada anak yang menarik yang isinya bermanfaat dan dapat pula dijadikan sebagai sarana belajar apalagi bila turut menunjang pelajaran di sekolah dengan bahasa dan gambar yang mudah dipahami dan menarik.

Salah satu buku yang direkomendasikan adalah Magic Science (Belajar Sains dengan Sulap). Melalui buku ini, anak akan diajak bermain sains yang selama ini dikenal sulit dan hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Bersama buku ini anak-anak dapat melakukan 10 jenis permainan sains dan trik sulap yang dilengkapi dengan gambar, dongeng cerita anak dan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan murah. Selain buku tersebut, juga bisa memanfaatkan perangkat Edu-colostick 3 Dimensi, dimana anak-anak dapat menggambar dan menempel gambar-gambar pop-up sehingga membentuk lukisan 3 dimensi.

Semoga artikel diatas dapat berguna bagi para orang tua yang memiliki anak keranjingan main game over dosis. Selamat bermain bersama putra putri tercinta.

Tags: , , , , , ,

Beritahu Teman!